• SOP Peserta G-FORCE 48

    KETENTUAN UMUM

    1. Peserta G-FORCE 48 adalah mahasiswa FMIPA IPB yang tercantum secara sah.
    2. Peserta dialarang membawa, menyimpan, menggunakan, dan mengedarkan NAPZA, hal-hal yang berbau pornografi, rokok, senjata tajam, dan minuman keras selama kegiatan G-FORCE berlangsung.

    KEHADIRAN

    1. Peserta harus hadir tepat waktu.
    2. Setiap SG harus mengabsen anggotanya.
    3. Ketidakhadiran yang diizinkan hanya akademik,sakit, keagamaan atau meniggalnya keluarga inti dan ditunjukkan dengan surat pernyataan yang ditandatangani oleh SG
    4. Kehadiran harus 100%

    PENAMPILAN

    1. Rambut warna asli. Untuk putra rambut dipotong rapi (panjang rambut tidak melebihi alis mata, telinga, dan kerah baju).
    2. Tidak menggunakan accesoris, kecuali jam tangan.
    3. Tidak menggunakan atribut parpol dan organisasi ekstra kampus.
    4. Tidak menggunakan pakaian ketat dan transpraran.
    5. Untuk jilbab: tidak boleh model bergo. Yang tidak berjilbab, rambut diikat ekor kuda.
    6. Putera menggunakan kemeja berkerah.
    7. Puteri menggunakan kemeja lengan panjang dan menggunakan kaos T-Shirt sebelumnya.
    8. Putera menggunakan ikat pinggang berwarna gelap.
    9. Puteri menggunakan rok bahan warna gelap polos (bentuk huruf A) dan menggunakan celana training sebelumnya.
    10. Putera menggunakan celana panjang bahan warna gelap polos.
    11. Menggunakan sepatu menutup punggung kaki berwarna gelap (tidak mencolok).
    12. Menggunakan kaos kaki dengan panjang di atas mata kaki.
    13. Tidak bermake-up secara berlebihan.

    KEGIATAN

    1. Memulai kegiatan dengan berdo’a.
    2. Harus menunggunakan bahasa nasional.
    3. Tidak berbicara kasar.
    4. Mentaati norma-norma sosial yang berlaku.
    5. Tidak merokok dalam forum G-FORCE 48.
    6. Tidak mengobrol.
    7. Tidak memotong pembicaraan.
    8. HP silent.
    9. Tidak menggunakan MP3, iPod, dan sejenisnya.
    10. Tidak membawa barang berharga secara berlebihan.
    11. Peserta G-FORCE 48 dilarang meniggalkan acara sebelum selesai tanpa izin terlebih dahulu kepada SG.
    12. Jika diteriakkan Jargon “FMIPA”, maka peserta wajib membalasnya dengan teriakan “JAYA”, kemudian diam menunggu instruksi selanjutnya.
    13. Jika diteriakkan Jargon “MIPA”, maka peserta wajib membalasnya dengan teriakan “MIPA SATU,MIPA JAYA”, kemudian diam menunggu instruksi selanjutnya.
    14. Tidak boleh memakai atribut MPD saat acara MPF berlangsung

    SANKSI

    • Sanksi Ringan
    1. Lima kali push up untuk putra dan 10 kali kincir tangan untuk putri
    2. Memungut sampah pada tempat yang ditentukan
    • Sanksi Sedang
    1. Dua puluh kali push up untuk putra dan dua puluh kali kincir tangan untuk putri
    2. Membuat sebuah artikel yang berkaitan dengan scientist
    • Sanksi Berat
    1. Diberhentikan dari peserta G-FORCE 48
    2. Namanya dipublikasikan
    • Sanksi Keterlambatan
    1. Lima menit pertama: 5 kali push up untuk putra
    2. 10 kali kincir tangan untuk putri
    3. Berlaku kelipatan untuk tiap tiga menit berikutnya
    4. Setiap pemberian sanksi akan dijelaskan alasan, essensi dan filosofinya(jika ada).
    5. Sanksi akibat kesalahan pertama, ditanggung sendiri oleh pembuat kesalahan dan MOD
    6. Sanksi akibat pengulangan kesalahan yang sama, ditanggung oleh satu kelompok dan atau satu angkatan serta MOD

    PERIZINAN

    1. Perizinan tidak hadir minimal 5 jam sebelum acara berlangsung.
    2. Izin keterlambatan maksimal 0.5 jam sebelum acara berlangsung dengan alasan yang dapat ditoleransi.
    3. Tidak Hadir dengan Perizinan, membuat resume hasil Acara dan disetor ke SG masing-masing
    4. Format perizinan melalui SMS :
      Berisi salam, nama, keluarga, tidak bisa hadir atau terlambat, dan alasannya, disertai “Diizinkan atau tidak?”
      Dikirim ke SG masing-masing.

    ATURAN TAMBAHAN

    1. Setiap pelanggaran terhadap sanksi ringan sebanyak 5 kali, maka dianggap 1 kali pelanggaran terhadap sanksi sedang
    2. Setiap pelanggaran terhadap sanksi sedang sebanyak 3 kali, maka dianggap 1 kali pelanggaran terhadap sanksi berat
    3. Hal-hal yang belum ditentukan dan bersifat insidental akan ditentukan kemudian

     

    Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *